Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Keywords

Latest topics
April 2017
MonTueWedThuFriSatSun
     12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

Calendar Calendar

The most tagged members


"Jangan Cuma Mencaci Maki Tapi Ternyata Masih Parkir Sembarangan"

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

"Jangan Cuma Mencaci Maki Tapi Ternyata Masih Parkir Sembarangan"

Post by Admin on Mon Mar 07, 2016 3:36 am



SAMARINDA – Penertiban parkir liar diberlakukan sejak Selasa (1/3). Jalan Pahlawan jadi sasaran pertama. Hasilnya, dari Pasar Segiri hingga simpang pertigaan Jalan Kusuma Bangsa-Pahlawan-Bhayangkara tampak lengang.

Kabid Lalu Lintas Angkutan Jalan Dishub Samarinda Hari Prabowo mengatakan, penertiban parkir liar dengan mencabut pentil dan menderek belum diberlakukan. Tim terpadu, terdiri dari Dishub dan Satlantas Polresta Samarinda, masih melakukan tindakan persuasif kepada warga hingga dua pekan ke depan. “Setelah itu baru ambil tindakan tegas,” ucap Hari Prabowo, kemarin (2/3).

Dia mengatakan, tim terpadu baru sebatas menegur pemilik kendaraan yang parkir sembarangan di badan. Selain itu, mereka menempelkan stiker peringatan. Cara itu disebutnya efektif hingga hari kedua terapan penertiban parkir, kemarin. “Sesuai rencana, Jalan Pahlawan akan dijadikan kawasan percontohan tertib lalu lintas di Samarinda,” terang dia.

Dia meminta para pemilik kendaraan, roda dua dan empat untuk memarkir kendaraan di tempat yang sudah disediakan. Jika masih ngeyel, pihak mereka tak segan memberikan sanksi. “Dendanya mulai Rp 250 ribu sampai Rp 5 juta,” ujarnya.

Terkait aksi juru parkir (jukir) liar, dia menerangkan bakal menindak tegas. Aparat kepolisian beserta Satpol PP tidak menoleransi jukir yang enggan dibina. “Kami berkomitmen menyelesaikan masalah di kota. Harapannya masyarakat ikut mendukung. Jangan cuma mencaci maki tapi ternyata masih parkir sembarangan,” tandasnya.



Terpisah, Wakil Wali Kota Nusyirwan Ismail mengaku sudah menyiagakan Satpol PP dan patroli rutin di kawasan rawan masalah parkir. Mengenai campur tangan organisasi masyarakat (ormas) dalam urusan parkir, dia menyebut, di situlah Koperasi Korem 091/ASN berperan. “Koperasi Polres dan Koperasi Kodim juga berminat dengan bekerja sama soal perparkiran ini,” ungkap dia.

Lantas bagaimana soal wacana parkir berlangganan? Menurut Nusyirwan, hal itu masih dipertimbangkan. Namun, ungkap dia, bila sudah ada parkir berlangganan, jangan sampai dipungut lagi. “Kalau begitu berarti pemerasan. Lebih dari Rp 2 ribu berarti premanisme,” beber dia.

Asisten I Setkot Samarinda Hermanto mengatakan, pemkot memberikan waktu sepekan untuk sosialisasi sebelum tindakan pengempisan dan aksi derek kepada kendaraan yang parkir sembarangan. Untuk penertiban jukir, ia mengaku sedang menginventarisasi dan menyiapkan sidak. “Kami tidak main-main. Jukir liar tanpa KTP, kami pidanakan,” tegas dia.

Meski dibeking ormas, dia menegaskan sudah mendapat dukungan dari penegak hukum. “Kapolresta bilang, tak masalah. Negara tak boleh kalah dengan preman, apalagi ormas. Sudah saatnya bertindak,” pungkas Hermanto. (*/him/*/hdd/*/ndy/k8)


Copyright : http://kaltim.prokal.co/read/news/260093-jangan-cuma-mencaci-maki-tapi-ternyata-masih-parkir-sembarangan/1
avatar
Admin
Admin

Posts : 11
Pintar : 4442
Fire Fighter : 0
Join date : 07.02.16
Age : 27
Location : Samarinda

Lihat profil user http://pmksrajaparfum.wikiforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik