Pencarian
 
 

Display results as :
 


Rechercher Advanced Search

Keywords

Latest topics
March 2017
MonTueWedThuFriSatSun
  12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Calendar Calendar

The most tagged members


Pemkot Dinilai Belum Seriusi Anjal dan Gepeng

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down

Pemkot Dinilai Belum Seriusi Anjal dan Gepeng

Post by Admin on Mon Mar 07, 2016 3:28 am



SAMARINDA - Komunitas Klinik Jalanan Samarinda mencatat, terdapat sedikitnya 86 anak jalanan di Kota Tepian. Belum lagi, gelandangan dan pengemis (gepeng). Jumlah tersebut diprediksi bakal terus meningkat jelang Ramadan dan Lebaran mendatang.

Koordinator Klinik Jalanan Samarinda Haerdy Pratama Wijaya menuturkan, titik pergerakan anak jalanan terpusat di tengah kota. Seperti di simpang empat Jalan Sempaja, Basuki Rahmat, Mal Lembuswana, Antasari, Cendrawasih, hingga Samarinda Seberang.

“Mereka berasal dari berbagai daerah, di antaranya Makassar, Bantaeng, Buton, Banjar, dan Flores,” terang Haerdy kepada Kaltim Post, kemarin (5/3).

Mahasiswa Fakultas Farmasi di Universitas Mulawarman itu mengatakan, anak jalanan di Samarinda terkoordinasi cukup rapi. Di beberapa zona, ada yang membentuk perguruan atau kelompok khusus. Salah satunya, Makasar Kecil Besar Bersatu (MKBB).

MKBB itu merupakan komunitas anak jalanan yang dari Makassar, Sulawesi Selatan. Parahnya, di zona simpang empat Mal Lembuswana, terang dia, anak jalanan masih satu keluarga. Masih terikat tali persaudaraan. Orang-orang lama yang sudah berulang kali dipulangkan pemerintah ke daerah asal. “Mereka semua sepupuan,” kata dia.



Komunitas Klinik Jalanan Samarinda merupakan organisasi sosial yang didirikan Haerdy pada Mei 2015. Organisasi tersebut dibentuk untuk mencegah, mengobati, dan merehabilitasi masalah kecanduan zat inhalan di kalangan anak jalanan. Puluhan relawan kalangan mahasiswa dan pelajar tergabung dalam organisasi ini. Mereka rutin menggelar kegiatan untuk membina anak jalanan di ibu kota Kaltim.

Sebelumnya, Ketua Komisi IV DPRD Samarinda Sri Puji Astuti mengakui, maraknya anak jalanan di Kota Tepian merupakan fenomena menyedihkan. Meski sudah ada peraturan daerah, namun perhatian pemerintah belum serius.

“Aparat tidak sigap, sanksi yang diberikan pun tidak tegas. Ujung-ujungnya, anak jalanan setelah ditangkap, dilepas begitu saja. Seharusnya, ditempatkan ke rumah singgah untuk dibina,” kata Puji.

Kondisi tersebut, terang dia, karena Samarinda sampai saat ini belum serius menyelesaikan persoalan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Program pemkot masih fokus menyelesaikan program infrastruktur, seperti pengendalian banjir, jembatan, flyover, dan gedung-gedung pemerintahan.

“Apalagi tahun ini APBD fokus bayar utang. Syukur kalau tahun ini pemprov ada berikan bantuan untuk itu,” ujar dia.

Untuk mengurangi pergerakan anak jalanan, dia berharap, warga Samarinda bisa menahan diri untuk tidak memberikan uang kepada anak jalanan. Sebab, hal tersebut jadi motivasi anak jalanan dari berbagai kota untuk tetap eksis mencari lembaran rupiah di Kota Tepian.

“Saya pernah meninjau langsung ke simpang empat Mal Lembuswana. Di sana sehari bisa dapat duit Rp 200 ribu,” terang dia. (*/him/kri/k11)

Copyright : http://kaltim.prokal.co/read/news/260359-pemkot-dinilai-belum-seriusi-anjal-dan-gepeng/1
avatar
Admin
Admin

Posts : 11
Pintar : 4182
Fire Fighter : 0
Join date : 07.02.16
Age : 27
Location : Samarinda

Lihat profil user http://pmksrajaparfum.wikiforum.net

Kembali Ke Atas Go down

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas

- Similar topics

 
Permissions in this forum:
Anda tidak dapat menjawab topik